windows server 2003
Windows Server 2003
Windows Server 2003 Enterprise Edition adalah sebuah versi Windows Server yang memiliku semua fitur yang ditawarkan oleh Windows Server 2003 Standard Edition, ditambah dengan fitur-fitur yang meningkatakan keandalan dan skalabilitas layanan-layanannya. Windows Server 2003 Enterprise Edition ditujukan untuk menggantikan Windows 2000 Advanced Server dan Windows NT 4.0 Enterprise Server yang telah lama beredar. Windows Server 2003 Enterprise Edition menggandakan dukungan prosesor jika dibandingkan dengan Windows Server 2003 Standard Edition, dari 4 hingga 8 prosesor sekaligus. Selain itu, Enterprise Edition juga mendukung prosesor 64-bit, seperti IA-64 dan x64.
Enterprise Edition memiliki fitur-fitur berikut:
- Address Windowing Extension (AWE), yang mengizinkan sistem operasi agar mereservasikan hanya 1 GB dari memori fisik untuk digunakan oleh Windows, sehingga mengizinkan aplikasi menggunakan sisa 3 GB memori yang ada (dalam sistem x86, yang hanya mendukung 4 GB memori).
- Hot-Memory, yang mengizinkan penambahan memori ketika sistem sedang berjalan (meski hanya sistem-sistem tertentu yang mendukungnya)
- Non-uniform memory access (NUMA), yang mengizinkan Windows untuk mengakses bus-bus memori berbeda sebagai sebuah unit memori yang sama, sehingga mengizinkan delapan buah prosesor x86 yang hanya mendukung 4 GB mendukung hingga 32 GB memori (4 GB untuk tiap prosesornya).
- Teknologi Clustering, yang mengizinkan banyak server (hingga empat buah node) terlihat sebagai sebuah server oleh klien untuk kinerja atau keandalan.
- Terminal Server Session Directory, yang mengizinkan klien untuk melakukan koneksi ulang ke sebuah sistem terminal services yang didukung oleh server yang menjalankan terminal services. Sebagai contoh, dalam sebuah lingkungan dengan delapan server yang menjalankan terminal services, jika salah satu server mengalami kegagalan, klien akan secara otomatis membuat koneksi kembali ke sisa server (7) yang lainnya (yang masih berjalan dan memiliki slot klien).
Hal-hal dalam KIMIA
ANALISIS KIMIA
- Analisis kimia
b. Jenis/macam reaksi kimia :
- Reaksi sintesis
- Reaksi metatesis
- Reaksi penetralan
- Reaksi redoks
-Reaksi penguraian
c. Bilangan Oksidasi
d. Cara penentuan bilangan oksi-
dasi suatu unsur dlm senyawaMinggu VI:
a. Mahasiswa mampu membedakan tujuan analisi
kualitatif dan kuantitatif
b. Menjelaskan arti persamaan reaksi
c. Membedakan lima macam reaksi kimia beserta
contohnya
d. Menjelaskan cara penentuan bilangan oksidasi
e. Menghitung bilangan oksidasi suatu unsur
dalam senyawa
f. Menjelaskan reaksi oksidasi dan reduksi
berdasarkan perubahan bilangan oksidasi
g. Membedakan zat yang bersifat oksidator dan
reduktora. Analisis kimia
b. Jenis/macam reaksi kimia :
- Reaksi sintesis
- Reaksi metatesis
- Reaksi penetralan
- Reaksi redoks
-Reaksi penguraian
c. Bilangan Oksidasi
d. Cara penentuan bilangan oksi-
dasi suatu unsur dlm senyawa
Minggu VII:
a. Mahasiswa mampu mendefinisikan
larutan dan memberi contoh-contohnya
b. Mampu membedakan larutan berdasar kan
wujud komponen dan daya hantar listriknya
c. Mampu menjelaskan pengertian konsentrasi
Persamaan reaksi
a. Pengertian Persamaan Reaksi Kimia
Persamaan reaksi adalah persamaan yang meunjukkan tentang suatu
perubahan kimia dengan menggunakan rumus kimia atau simbol
kimia .
Pada persamaan reaksi ada :
- ruas kiri : sebagai zat-zat yang bereaksi disebut ( pereaksi )
- ruas kanan : sebagai zat baru hasil reaksi disebut ( hasil reaksi )
Contoh :
1. gas hydrogen direaksikan dengan gas oksigen menghasilkan air.
Persamaan reaksinya adalah :
Hidrogen + Oksigen Air
H2 + O2 H2O
2. gas hydrogen direaksikan dengan gas klorin menghasilkan
hydrogen klorida :
Hidrogen + klorin hydrogen klorida
H2 + Cl2 HCl
Pada penulisan persamaan reaksi ada ketentuan yang harus
dilengkapi dengan menambahkan beberapa keterangan tambahan
contoh :
Wujud Zat
Wujud atau fasa zat dengan disingkat dalam kurung
14
(s) = solid ; menyatakan bahwa zat itu berwujud padat
(l) = liquid ; menyatakan bahwa zat itu berwujud cair
(g) = gas ; menyatakan bahwa zat itu berwujud gas
(aq) = aqueous ; menyatakan bahwa zat dalam keadaam terlarut
dalam pelarut air, jika terlarut dalam pelarut amoniak
diberi simbol (am).
Contoh :
H2(g) + O2(g) H2O(l)
H2(g) + Cl2(g) HCl(g)
C(s) + O2(g) CO2(g)
Al2O3(s) + 3 H2O(l) 2 Al(OH)3(aq)
Kalor reaksi
Reaksi kimia ada yang menyerap panas (kalor ) ada pula yang
melepaskan kalor, ada juga yang berlangsung karena adanya energi
cahaya (berupa sinar UV ).
Contoh :
CH4(g) + Cl2(g) + UV CH3Cl(g) + HCl(g)
C(s) + O2(g) CO2(g) + kalor
CO2(g) + H2O(g) + UV C6H12O6(s) + O2(g)
1. Penyetaraan Persamaan Reaksi
Pada bab terdahulu sudah dijelaskan bahwa pada perubahan kimia
atau reaksi kimia tidak mengalami perubahan massa. Seorang ahli
kimia dari Perancis Antoine Laurent Lavoiser (1734-1794)
mengemukakan hukum yang disebut “Hukum Kekekalan Massa “ (
Hukum Lavoiser ) yaitu :
“ Massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama “
Hukum tersebut dapat diartikan :
“Jumlah atom zat-zat yang bereaksi akan sama dengan jumlah atom
zat-zat hasil reaksi” .
Perhatikan contoh reaksi di bawah ini :
1. H2 + O2 H2O
jumlah atom H : (2) (2)
atom O : (2) x 1/2 (1)
Diperoleh : H2 + 1/2O2 H2O
Supaya bulat : H2 + 1/2O2 H2O x 2 (semuanya)
Diperoleh: 2H2 + O2 2 H2O ( sudah setara )
2. Fe + O2 Fe2O3
Jumlah atom Fe : (1) x 2 (2)
16
Diperoleh : 2Fe + O2 Fe2O3
Jumlah atom O : (2) x 1 ½ (3)
Diperoleh : 2Fe + 1 ½O2 Fe2O3
Supaya bulat: 2Fe + ½O2 Fe2O3 x 2 (semuanya )
Diperoleh : 4Fe + 3O2 2 Fe2O3 ( sudah setara )
Dalam persamaan reaksi bilangan –bilangan yang ditulis didepan zat disebut
koefisien reaksi. Untuk koefisien satu tidak perlu ditulis
Untuk reaksi : : 4Fe + 3O2 2 Fe2O3
Koefisien reaksi Fe, O2, Fe2O3 berturut-turut adalah 4, 3, dan 2
Di samping cara penyetaraan yang dikemukakan di atas apabila menemukan
reaksi yang tidak sederhana (agak sukar) dengan cara di atas maka
penyetaraan bisa dilakukan dengan “cara pemisalan”,(metode abjad ) yaitu
koefisien yang akan kita tentukan dimisalkan dengan abjad. Pada akhirnya
jumlah atom di ruas kiri harus sama dengan di ruas kanan.
Contoh :
1. Setarakan HI + HNO2 NO + H2O + I2
Jawab :
Misalkan masing-masing koefisien reaksi dengan abjad, maka :
a HI + b HNO2 c NO + d H2O + e I2
jumlah atom di ruas kiri = jumlah atom di ruas kanan
Jumlah atom H : a + b = 2d pers (1)
Jumlah atom I : a = 2e pers (2)
N : b = c pers (3)
O : 2b = c + d pers (4)
Kemudian salah satu abjad kita misalkan dengan angka, misalnya abjad
b = 1,maka : Masukan ke pers (3) ; c = b
c = 1
untuk harga d maka harga b dan c dimasukkan ke persamaan (4)
2b = c + d
(2 x 1) = 1 + d
2 – 1 = d
d = 1
untuk mendapatkan harga a, maka harga b dan d dimasukkan ke
persamaan (1)
a + b = 2d
17
a + 1 = ( 2 x 1 )
a = 2 – 1
a = 1
untuk mendapatkan harga e, maka harga a dimasukkan ke persamaan (2)
a = 2e
1 = 2e
e = ½
Diperoleh harga koefisien a = 1; b = 1; c = 1; d = 1 dan e = ½
1 HI + 1 HNO2 1 NO + 1 H2O + ½ I2
Agar tidak pecahan semuanya dikalikan 2 :
2HI + 2HNO2 2NO + 2H2O + I2 (setara)
2. Setarakan : Pb(NO3)2 PbO + NO2 + O2
Jawab: Misalkan masing-masing koefisien reaksi dengan abjad, maka :
a Pb(NO3)2 b PbO + c NO2 + d O2
jumlah atom di ruas kiri = jumlah atom di ruas kanan
Jumlah atom Pb : a = b pers (1)
Jumlah atom N : 2a = c pers (2)
O : 6a = b + 2c + 2d pers (3)
Kemudian salah satu abjad kita misalkan dengan angka, misalnya abjad
a = 1,maka :
Masukan ke pers (1) ; b = a
B = 1
Masukan ke pers (2) ; c = 2a
c = 2 x 1
c = 2
untuk harga d maka harga a, b, c dimasukkan ke persamaan (3)
6a = b + 2c + 2d
(6 x 1) = 1 + ( 2 x 2 ) + 2d
6 = 1 + 4 + 2d
6 = 5 + 2d
6 – 5 = 2d
d = 1/2
Diperoleh harga koefisien a = 1; b = 1 ; c = 2 ; d = ½
1 Pb(NO)3 1 PbO + 2 NO2 + 1/2 O2
Agar tidak pecahan dikalikan semuanya 2 :
2Pb(NO)3 2PbO + 4NO2 + O2
Pengantar Pereaksi Grignard
Halaman ini menjelaskan secara ringkas cara pembuatan pereaksi Grignard dari halogenalkana (haloalkana atau alkil halida), dan memperkenalkan beberapa reaksinya.
Membuat Pereaksi Grignard
Pengertian peraksi Grignard
Pereaksi Grignard memiliki rumus umum RMgX dimana X adalah sebuah halogen, dan R adalah sebuah gugus alkil atau aril (berdasarkan pada sebuah cincin benzen). Pada pembahasan halaman ini, kita menganggap R sebagai sebuah gugus alkil.
Pereaksi Grignard sederhana bisa berupa CH3CH2MgBr.
Pembuatan pereaksi Grignard
Pereaksi Grignard dibuat dengan menambahkan halogenalkana ke dalam sedikit magnesium pada sebuah labu kimia yang mengandung etoksietana (umumnya disebut dietil eter atau hanya “eter”). Labu kimia dihubungkan dengan sebuah kondensor refluks, dan campuran dipanaskan di atas penangas air selama 20 hingga 30 menit.
Segala sesuatunya akan mengering sempurna karena pereaksi Grignard bereaksi dengan air (lihat berikut).
Setiap reaksi yang menggunakan pereaksi Grignard dilakukan dengan campuran yang dihasilkan dari reaksi di atas. Digunakan campuran sebab pereaksi Grignard tidak bisa dipisahkan.
Reaksi-reaksi dari pereaksi Grignard
Reaksi pereaksi Grignard dengan air
Pereaksi Grignard bereaksi dengan air menghasilkan alkana. Inilah sebabnya mengapa segala sesuatunya harus menjadi kering selama pembuatan seperti dijelaskan di atas.
Sebagai contoh:
Produk organik yang dihasilkan pada reaksi di atas, Mg(OH)Br, disebut sebagai sebuah “bromida basa”. Anda bisa menganggap produk ini sebagai produk transisi antara magnesium bromida dan magnesium hidroksida.
Reaksi pereaksi Grignard dengan karbon dioksida
Pereaksi Grignard bereaksi dengan karbon dioksida dalam dua tahapan. Pada tahapan pertama, pereaksi Grignard diadisi ke karbon dioksida.
Karbon doksida kering digelembungkan melalui sebuah larutan pereaksi Grignard dalam etoksietana, yang dibuat seperti dijelaskan di atas.
Sebagai contoh:
Produk yang terbentuk ini selanjutnya dihidrolisis (direaksikan dengan air) dengan bantuan asam encer. Biasanya, anda bisa menambahkan asam sulfat encer atau asam hidroklorat encer ke dalam larutan yang dihasilkan oleh reaksi dengan CO2.
Jika ditambahkan satu atom karbon lagi, maka akan terbentuk asam karboksilat bukan pereaksi Grignard.
Persamaan reaksinya bisa dituliskan sebagai berikut:
Hampir semua sumber menyebutkan pembentukan sebuah halida basa seperti Mg(OH)Br sebagai produk lain dari reaksi ini. Anggapan ini tidak tepat karena senyawa-senyawa ini bereaksi dengan asam-asam encer. Hasil dari reaksi ini adalah campuran antara ion-ion magnesium terhidrasi biasa, ion-ion halida dan ion-ion sulfat atau klorida – tergantung pada asam encer apa yang ditambahkan.
Reaksi pereaksi Grignard dengan senyawa-senyawa karbonil
Pengertian senyawa karbonil
Senyawa karbonil mengandung ikatan rangkap C=O. Senyawa karbonil yang paling sederhana secara umum bisa dituliskan sebagai berikut:
R dan R’ bisa sama atau berbeda, dan bisa berupa gugus alkil atau hidrogen.
Jika salah satu (atau kedua) gugus R ini adalah hidrogen, maka senyawa tersebut dinamakan aldehid. Sebagai contoh:
Jika kedua gugus R adalah gugus alkil, maka senyawa tersebut dinamakan keton. Contohnya antara lain:
Reaksi umum antara pereaksi Grignard dengan senyawa karbonil
Reaksi antara berbagai macam senyawa karbonil dengan pereaksi Grignard bisa terlihat sedikit rumit, walaupun pada kenyataannya semua senyawa karbonil bereaksi dengan cara yang sama – yang berbeda hanyalah gugus-gugus yang terikat pada ikatan rangkap C=O.
Apa yang terjadi pada reaksi ini jauh lebih mudah dipahami dengan mencermati persamaan umumnya (menggunakan gugus “R” bukan gugus tertentu) – setelah anda memahami dengan gugus R barulah bisa diganti dengan gugus yang sesungguhnya jika diperlukan.
Reaksi-reaksi yang terjadi pada dasarnya sama untuk reaksi dengan karbon dioksida – yang membedakan hanya sifat-sifat produk organiknya.
Pada tahap pertama, pereaksi Grignard diadisi ke ikatan rangkap C=O:
Asam encer selanjutnya ditambahkan untuk menghidrolisisnya. (Pada persamaan berikut digunakan persamaan umum dengan tidak mempertimbangkan fakta bahwa Mg(OH)Br akan bereaksi lebih lanjut dengan asam yang ditambahkan.)
Alkohol terbentuk. Salah satu kegunaan penting dari pereaksi Grignard adalah kemampuannya untuk membuat alkohol-alkohol kompleks dengan mudah.
Jenis alkohol yang dihasilkan tergantung pada senyawa karbonil yang digunakan – dengan kata lain, gugus R dan R’ yang dimiliki.
Reaksi antara pereaksi Grignard dengan metanal
Pada metanal, kedua gugus R adalah hidrogen. Metanal merupakan aldehid paling sederhana yang bisa terbentuk.
Dengan mengasumsikan bahwa anda memulai dengan CH3CH2MgBr dan menggunakan persamaan reaksi umum di atas, maka alkohol yang diperoleh akan selalu dalam bentuk berikut:
Karena kedua gugus R adalah atom hidrogen, maka produk akhirnya akan menjadi:
Sebuah alkohol primer terbentuk. Sebuah alkohol primer hanya memiliki satu gugus alkil terikat pada atom karbon yang mengikat gugus -OH.
Jika anda menggunakan pereaksi Grignard yang berbeda, maka akan terbentuk alkohol primer yang berbeda pula.
Reaksi antara pereaksi Grignard dengan aldehid-aldehid lain
Aldehid setelah metanal adalah etanal. Salah satu dari gugus R nya adalah hidrogen dan yang lainnya adalah CH3.
Untuk memudahkan, anggap kembali gugus-gugus ini sebagai gugus R dan R’ pada persamaan umum. Alkohol yang terbentuk adalah:
Jika gugur R dan R’ diganti masing-masing dengan hidrogen dan CH3 (sebagaimana semestinya) maka produk tersebut akan menjadi:
Sebuah alkohol sekunder memliki dua gugus alkil (bisa sama atau berbeda) terikat pada atom karbon yang mengikat gugus -OH.
Anda bisa merubah sifat dari alkohol sekunder ini dengan salah satu cara berikut:
· Mengubah sifat-sifat pereaksi Grignard – yang mana akan mengubah gugus CH3CH2 menjadi beberapa gugus alkil yang lain;
· mengubah sifat-sifat aldehid – yang mana akan mengubah gugus CH3 menjadi beberapa gugus alkil lainnya.
Reaksi antara pereaksi Grignard dengan keton
Keton memiliki dua gugus alkil yang terikat pada ikatan rangkap C=O. Keton yang paling sederhana adalah propanon.
Kali ini, jika gugus R diganti pada rumus umum untuk alkohol yang terbentuk, maka akan dihasilkan alkohol tersier.
Alkohol tersier memiliki tiga gugus alkil yang terikat pada atom karbon yang mengikat gugus -OH. Ketiga gugus alkil tersebut bisa sama atau berbeda.
Anda bisa mengatur perubahan pada produk dengan cara
· mengubah sifat-sifat pereaksi Grignard – yang mana akan merubah gugus CH3CH2 menjadi beberapa gugus alkil yang lain;
· mengubah sifat-sifat keton – yang mana akan mengubah gugus-gugus CH3 menjadi gugus-gugus alkil lain sesuai dengan gugus pada keton yang digunakan.
Mengapa pereaksi Grignard bereaksi dengan senyawa-senyawa karbonil?
Mekanisme-mekanisme untuk reaksi-reaksi ini tidak penting dibahas pada pemabahasan tingkat dasar, tapi anda perlu mengetahui sedikit tentang sifat-sifat pereaksi Grignard.
Ikatan antara atom karbon dan magnesium bersifat polar. Karbon lebih elektronegatif dibanding magnesium, sehingga pasangan elektron ikatan tertarik ke arah atom karbon.
Ini menyebabkan atom sedikit bermuatan negatif.
Ikatan rangkap C=O sangat polar dengan cukup banyak muatan positif pada atom karbon. Sifat-sifat ikatan ini akan dijelaskan di halaman lain.
Dengan demikian, pereaksi Grignard bisa berfungsi sebagai nukleofil karena gaya tarik antara sedikit kenegatifan dari atom karbon pada pereaksi Grignard dengan kepositifan atom karbon dalam senyawa karbonil.
Nukleofil adalah sebuah spesies yang menyerang inti-inti positif (atau sedikit positif) pada molekul-molekul atua ion-ion lain.
Pembagian senyawa:
- Senyawa molekul (contoh: H2O), senyawa yang unsur-unsur penyusunnya non-logam.
- Senyawa ion (contoh: NaCl), senyawa yang unsur-unsur penyusunnya logam dan non-logam.
Pembagian molekul:
- Molekul unsur (contoh: O2), molekul yang unsur-unsur penyusunnya sama.
- Molekul senyawa (contoh: H2O), molekul yang unsur-unsur penyusunnya berbeda.
Pembagian rumus kimia:
- Rumus molekul (contoh: C2H2), perumusan zat kimia yang kompleks (tidak sederhana).
- Rumus empiris (contoh: CH), perumusan zat kimia yang paling sederhana dari zat kimia yang kompleks (CH adalah sederhananya C2H2).
Senyawa kimia adalah zat kimia yang terbentuk dari dua atau lebih unsur kimia, dengan rasio tetap yang menentukan komposisi. Contohnya, dihidrogen monoksida (air, H2O) adalah sebuah senyawa yang terdiri dari dua atom hidrogen untuk setiap atom oksigen.
Umumnya, rasio tetap ini harus tetap karena sifat fisikanya, bukan rasio yang dipilih manusia. Oleh karena itu, material seperti kuningan, superkonduktor YBCO, semikonduktor “aluminium galium arsenida“, atau coklat dianggap sebagai campuran atau aloy, bukan senyawa.
Ciri-ciri yang membedakan senyawa adalah dia memiliki rumus kimia. Rumus kimia memerikan rasio atom dalam zat, dan jumlah atom dalam molekul tunggalnya (oleh karena itu rumus kimia etena adalah C2H4 dan bukan CH2. Rumus kimia tidak menyebutkan apakah senyawa tersebut terdiri atas molekul; contohnya, natrium klorida (garam dapur, NaCl adalah senyawa ionik.
Senyawa dapat wujud dalam beberapa fase. Kebanyakan senyawa dapat berupa zat padat. Senyawa molekuler dapat juga berupa cairan atau gas. Semua senyawa akan terurai menjadi senyawa yang lebih kecil atau atom individual bila dipanaskan sampai suhu tertentu (yang disebut suhu penguraian).
Setiap senyawa kimia yang telah dijelaskan dalam literatur memiliki nomor pengenal yang unik, yaitu nomor CAS.
Jaringan komputer
Konsep Dasar Jaringan
Jaringan komputer adalah sekelompok komputer yang saling dihubungkan dengan menggunakan suatu protokol komunikasi sehingga antara satu komputer dengan komputer yang lain dapat berbagi data atau berbagi sumber daya (sharing resources).
Sistem pemasangan jaringan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
- Jaringan Terpusat
Adalah jaringan yang terdiri dari beberapa node (workstation) yang terhubung dengan sebuah komputer pusat atau disebut Server. Pada jaringan ini sistem kerja workstation tergantung dari komputer pusat. Dan komputer pusat tugasnya melayani permintaan akses dari workstation. - Jaringan Peer-to-Peer
Adalah jaringan yang terdiri dari beberapa komputer yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya tanpa komputer pusat (server base). Pada masing-masing komputer workstation terdapat media penyimpanan (hard disk) yang berfugsi sebagai server individu.
Pemanfaatan Jaringan Komputer
Pembentukan sebuah jaringan komputer sangan erat dengan manfaat yang dapat diperoleh dengan adanya jaringan tersebut.
- Bagi pakai (sharing) peralatan (resources)
Dengan adanya jaringan komputer, maka pemakain beberapa peralatan komputer seperti printer, hard disk, disket, scanner, CD-ROM dan lainnya dapat dilakukan bersama-sama saling bergantian tanpa harus memindahkan posisi peralatan yang terpasang tersebut. - Bagi pakai software
Hampir dalam setiap organisasi, kemampuan dalam melakukan bagi pakai berkas atau file data diperlukan setiap hari. Beberapa tipe software PC, khususnya program manajemen basis data atau database, didesain disamping agar bisa dipakai oleh satu pemakai, juga dimungkinkan untuk dipakai bersama-sama dengan pemakai lain dalam waktu yang bersamaan. Atau dengan kata lain, untuk mengakses dan meng-update file-file tadi. Paket yang lain, seperti program pengolah data (word processor) dan spreadsheet, kebanyakan didesaian hanya untuk satu pemakai yang dapat meng-update file. - Komunikasi
Kominikasi antar pemakai dalam suatu jaringan dapat dilakukan dengan menggunakan e-mail atau tele conference. Sehingga kebutuhan akan komunikasi antar pemakai dapat dipenuhi tanpa harus pindah dari tempat kerjanya. Selain itu pemakai e-mail dapat menekan pemakaian pulsa telepon. - Pemrosesan terpusat (terdistribusi)
Didalam suatu jaringan komputer, data dapat diolah secara terpusat atau secara terdistribusi. Pemrosesan secara terpusat dilakukan apabila sebuah data yang dibuat oleh tiap pemakai jaringan dikehendaki untuk disatukan dalam komputer pusat. Sebaliknya, pemrosesan terdistribusi dilakukan apabila suatu pekerjaan pengolahan data dari komputer pusat dapat dikerjakan oleh tiap pemakai berdasarkan spesialisasi bidang kerjanya. - Keamanan data
Keamanan data dapat diatur oleh supervisor (administrator) dengan pemberian hak akses, pembatasan waktu akses dan pemberian password untuk melindungi pemakaian komputer pusat. - Akses internet bersama-sama
Jika ada salah satu komputer berhubungan ke internet dan komputer tersebut memberikan izin untuk akses ke internet, maka para pengguna jaringan dapat melakukan aktivitas di internet hanya dengan menggunakan satu buah akun di ISP, satu buah modem. Hal ini sangat menghemat dana yang cukup besar.
DASAR JARINGAN KOMPUTER DAN TCP/IP(tugas ISOA)
A. Pengertian Jaringan komputer :
Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Tiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node. Sebuah jaringan biasanya terdiri dari 2 atau lebih komputer yang saling berhubungan diantara satu dengan yang lain, dan saling berbagi sumber daya misalnya CDROM, Printer, pertukaran file, atau memungkinkan untuk saling berkomunikasi secara elektronik. Komputer yang terhubung tersebut, dimungkinkan berhubungan dengan media kabel, saluran telepon, gelombang radio, satelit, atau sinar infra merah.
B. Jenis-Jenis jaringan berdasarkan jangkauan :
Ada 3 macam jenis Jaringan/Network yaitu :
a. Local Area Network (LAN) /Jaringan Area Lokal.
Sebuah LAN, adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relative kecil, umumnya dibatasi oleh area lingkungan seperti sebuah perkantoran di sebuah gedung, atau sebuah sekolah, dan biasanya tidak jauh dari sekitar 1 km persegi.
Beberapa model konfigurasi LAN, satu komputer biasanya di jadikan sebuah file server. Yang mana digunakan untuk menyimpan perangkat lunak (software) yang mengatur aktifitas jaringan, ataupun sebagai perangkat lunak yang dapat digunakan oleh komputer-komputer yang terhubung ke dalam network. Komputer-komputer yang terhubung ke dalam jaringan (network) itu biasanya disebut dengan workstation. Biasanya kemampuan workstation lebih di bawah dari file server dan mempunyai aplikasi lain di dalam harddisknya selain aplikasi untuk jaringan. Kebanyakan LAN menggunakan media kabel untuk menghubungkan antara satu komputer dengan komputer lainnya.
b. Metropolitan Area Network (MAN) / Jaringan area Metropolitan
Sebuah MAN, biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya antar wilayah dalam satu propinsi. Dalam hal ini jaringan menghubungkan beberapa buah jaringan-jaringan kecil ke dalam lingkungan area yang lebih besar, sebagai contoh yaitu : jaringan Bank dimana beberapa kantor cabang sebuah Bank di dalam sebuah kota besar dihubungkan antara satu dengan lainnya. Misalnya Bank BNI yang ada di seluruh wilayah Ujung Pandang atau Surabaya.
c. Wide Area Network (WAN) / Jaringan area Skala Besar
Wide Area Networks (WAN) adalah jaringan yang lingkupnya biasanya sudah menggunakan sarana Satelit ataupun kabel bawah laut sebagai contoh keseluruhan jaringan BANK BNI yang ada di Indonesia ataupun yang ada di Negara-negara lain. Menggunakan sarana WAN, Sebuah Bank yang ada di Bandung bisa menghubungi kantor cabangnya yang ada di Hongkong, hanya dalam beberapa menit. Biasanya WAN agak rumit dan sangat kompleks, menggunakan banyak sarana untuk menghubungkan antara LAN dan WAN ke dalam Komunikasi Global seperti Internet. Tapi bagaimanapun juga antara LAN, MAN dan WAN tidak banyak berbeda dalam beberapa hal, hanya lingkup areanya saja yang berbeda
satu diantara yang lainnya.
C. Topologi/Bentuk Fisik Jaringan :
Topologi suatu jaringan didasarkan pada cara penghubung sejumlah node atau sentral dalam membentuk suatu sistem jaringan. Topologi jaringan yang umum dipakai adalah : Mess, Bintang (Star), Bus, Tree, dan Cincin (Ring).
a. Topologi Jaringan Mesh
Topologi jaringan ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh. Jumlah saluran harus disediakan untuk membentuk jaringan Mesh adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral). Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang. Dengan demikian disamping kurang ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya.
b. Topologi Jaringan Bintang (Star)
Dalam topologi jaringan bintang, salah satu sentral dibuat sebagai sentral pusat. Bila dibandingkan dengan sistem mesh, sistem ini mempunyai tingkat kerumitan jaringan yang lebih sederhana sehingga sistem menjadi lebih ekonomis, tetapi beban yang dipikul sentral pusat cukup berat. Dengan demikian kemungkinan tingkat kerusakan atau gangguan dari sentral ini lebih besar.
c. Topologi Jaringan Bus
Pada topologi ini semua sentral dihubungkan secara langsung pada medium transmisi dengan konfigurasi yang disebut Bus. Transmisi sinyal dari suatu sentral tidak dialirkan secara bersamaan dalam dua arah. Hal ini berbeda sekali dengan yang terjadi pada topologi jaringan mesh atau bintang, yang pada kedua sistem tersebut dapat dilakukan komunikasi atau interkoneksi antar sentral secara bersamaan. topologi jaringan bus tidak umum digunakan untuk interkoneksi antar sentral, tetapi biasanya digunakan pada sistem jaringan komputer.
d. Topologi Jaringan Pohon (Tree)
Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer .
e. Topologi Jaringan Cincin (Ring)
Untuk membentuk jaringan cincin, setiap sentral harus dihubungkan seri satu dengan yang lain dan hubungan ini akan membentuk loop tertutup. Dalam sistem ini setiap sentral harus dirancang agar dapat berinteraksi dengan sentral yang berdekatan maupun berjauhan. Dengan demikian kemampuan melakukan switching ke berbagai arah sentral. Keuntungan dari topologi jaringan ini antara lain : tingkat kerumitan jaringan rendah (sederhana), juga bila ada gangguan atau kerusakan pada suatu sentral maka aliran trafik dapat dilewatkan pada arah lain dalam sistem. Yang paling banyak digunakan dalam jaringan komputer adalah jaringanbertipe bus dan pohon (tree), hal ini karena alasan kerumitan, kemudahan instalasi dan pemeliharaan serta harga yang harus dibayar. Tapi hanya jaringan bertipe pohon (tree) saja yang diakui kehandalannya karena putusnya salah satu kabel pada client, tidak akan mempengaruhi hubungan client yang lain.
JARINGAN KOMPUTER
Jaringan komputer terdiri atas sejumlah host dan konektivitasnya .
- Host dapat berupa sebuah komputer: PC, mini atau jenis komputer lainnya.
- Konektivitas dalam jaringan komputer berdasarkan media penghubungnya :
- wire (kabel)
- ethernet
- modem
- wireless (tanpa kabel)
- radio modem
- infrared
- wire (kabel)

Pengalamatan jaringan TCP/IP
- Alamat memiliki bentuk. Ada pola.
- nomor telepon: [kode negara]-[area]-[nomor pesawat]
- Alamat rumah: [nama jalan] [nomor] [kota]
- Ada hubungan antara nama dan alamat (siapa, dimana) dan disimpan dalam suatu sistem, buku alamat.
- Format alamat 32 bit (4 oktet; oktet adalah sistem bilangan 8 biner).
- Contoh: 1F.A3.4B.27 (Hexadesimal) = 31.163.75.39 (desimal)
- Minimal: 00.00.00.00
- Maksimal: 255.255.255.255
- Kepemilikan alamat IP dicatat oleh Network Information Center (NIC)
- Alamat TCP/IP terdiri atas bagian NETWORK dan bagian HOST
- Bagian network mencakup alamat jaringan (biasa disebut sebagai NETWORK) dan netmask.
- Netmask merupakan penyaring (masker) yang menunjukkan bagian NETWORK dari sebuah alamat.
Contoh 1:
Sejumlah komputer terhubung dalam satu jaringan dengan ketentuan sbb:
- network: 10.2.3.0
- netmask: 255.255.255.0
- broadcast: 10.2.3.255
- host: 10.2.3.1 s/d 10.2.3.254
Dengan demikian, dalam jaringan tersebut maksimum dapat menampung 254 host.
Dalam pelatihan ini, tidak dijelaskan secara rinci tentang perhitungan biner dan mask. Peserta dianggap cukup mengerti bahwa “255″ berarti keseluruhan oktet digunakan sebagai alamat jaringan. Contoh kedua untuk menyatakan bahwa adanya penjelasan yang lebih tepat apabila peserta telah memahami perhitungan biner.
Contoh 2:
Sejumlah komputer terhubung dalam satu jaringan dengan ketentuan sbb:
- network: 167.205.23.16
- netmask: 255.255.255.240
- broadcast: 167.205.23.31
- host: 167.205.23.17 s/d 167.205.23.30
Dengan demikian, dalam jaringan tersebut maksimum dapat menampung 14 host.
Pembagian alamat jenis class berdasarkan oktet pertama, yaitu:
- 0 s/d 127 (WAN?)
- 128 s/d 181 (MAN?)
- 192 s/d 223 (LAN?)
- 224 s/d 239 (Multicast)
- Experimental/extended : 240 s/d 255
Alamat khusus
- Identifikasi jaringan
- Alamat broadcast
- Loopback (127.0.0.1): alamat yang menyatakan diri sendiri (“aku”).
- Private Network: alamat-alamat tertentu yang boleh digunakan secara bebas, tetapi tidak ada di internet.
Contoh:
|
Kelas |
A |
B |
C |
D |
E |
|
Jaringan |
|
|
|
|
|
|
Netmask |
|
|
|
|
|
|
Broadcast |
|
|
|
|
|
Pengelompokan kelas tersebut tidak efisien, banyak alamat yang tidak digunakan dan sulit mengendalikan jaringan kelas tinggi. Dalam praktek sebuah jaringan kelas apa pun dibagi lagi ke dalam sub-jaringan yang lebih kecil.
Utilitas UNIX: ifconfig
ArTi PeRsAhAbAtAn
DeNgAnMu KuLaLui Hari-Hari
BerSaMamu, KiTa Langkahkan kaki mengarungi hidup ini
Tawa.. Tangis dan bahagia telah kita rasa
Suka dan duka telah kita lewati bersama
Saatku didalam gelap
Kau terangi aku dengan sinarmu
Kau bagaikan rembulan
Yang menerangi gelap malam
Sahabat…
Kehadiranmu mengukir arti penting dalam hidupku
Membawa warna-warni disetiap jalanku
Bersama menggenggam erat jemeri
Menemukan arti sahabat sejati
Karena sahabat adalah teman yang selalu ada,,
Dikala kita butuh kehadirannya disisi
Laksana mentari yang tiada akan pernah lelah..
Menyinari bumi..
By_Ria Resti susanti
-
Arsip
- Maret 2009 (3)
- Juni 2008 (1)
- Mei 2008 (1)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
